Panggilan kami di Kelas XII IPA 1
Oleh: Rifai
Ku dengar Suara ayam berkokok dengan begitu indahnya di pagi hari
membuat siapa saja yang mendengar suaranya akan terbangun dibuatnya. Tepat jam
04:30 aku terbangun dari tidurku,segera ku bereskan tempat tidurku dan bergegas
untuk mandi dan bersiap-siap untuk sholat dan kemudian berangkat ke sekolah.
Sebelumnya, perkenalkan nama ku rifai, aku sekolah di SMA Negeri 2
Rantau Selatan sekarang aku duduk di kelas XII tepatnya di kelas XII IPA 1,
entah mengapa aku bisa sampai masuk ke
kelas IPA 1, mungkin
karna aku dulu kelas X mendapaat juara 2.
Oke kembali ke topik, ku panaskan kereta ku dan bergegas untuk
segera pergi sekolah, tepat jam 07:00 aku tiba ke sekolah, kuparkirkan keretaku
di tempat biasa, baru saja sampai parkiran uda banyak adik kelas yang
menyapaku, wajar aku di sekolah menjabat sebagai ketua OSIS (walaupun bentar
lagi mau lepas jabatan). wajar saja
banyak adik kelas yang menyapaku cieileeee heheheheheh.aku hanya bisa membalas
dengan senyuman kecil aja karna aku gak tau nama sumua adik kelas itu. Kulangkakan kaki ku menuju ruang kelas ku,
dan mulai ku tinggalkan halaman parkir. Di dalam kelas suda ku jumpai teman
sohib ku yaitu Ari,Jamilah,dan Nina. Mereka langsung menyapa ku dengan sebutan
burung ababil, entah apa artinya sebutan itu tapi kata temanku nina sebutan itu
cocok ke aku karna aku tu kurus dan recok pas kayak burung ababil. Aku langsung ketawa saat aku mendengar kata
itu dan ku balas mereka dengan kata O aja lah singkat tapi mengandung arti yang
mendalam. Akupun langsung duduk di bangku ku dan mulai menggosip, Setelah
panjang lebar kami me rumpi gak jelas, tiba-tiba datang bunyi tettttttttttt kami
terkejut ternyata bunyi itu adalah bunyi bel sekolah bertanda seluruh siswaa
agar datang ke lapangan untuk melaksanakan apel pagi seperti biasanya. Setelah
pembina panjang lebar mengasih arahan, walupun kami gak paham apa yang di
bicarakan oleh pembina waktu apel pagi tadi. Kami pun langsung masuk ke kelas
menunggu bapak/ibu guru datang.
Di dalam kelas kami lagi-lagi menggosip yang gak jelas, mumpung
tidak ada tugas ataupun pr sekolah dan guru belum datang juga, kami lanjutkan
menggosip kami, sudah hampir sepuluh menit kami menggosip, bapak/ibu guru belum
juga masuk ke kelas. Kami lanjutkan terus menggosip kami, tiba-tiba terdengar
dari pojok kelas suara yang agak lantang “ woy ketua panggil dulu guru percuma
la kau ketua kelas” aku pun kaget mendengr suara itu langsung ku balas dengan
suara lantang “biasa aja la ngomongnya gak usa pake nyolot gitu” suasana pun
hening ketika aku ngomong begitu, lansung aku gandeng teman ku yaitu nina untuk
menemani aku memanggil guru. Setibanya di meja piket aku bertanya dengan guru
piket kebetulan guru piketnya adalah buk juntak guru terbaik di sekolah ini,
langsung ku tanya ibuk itu “ buk, buk maslan datang” dengan suara yang agak
manja. Buk itu pun menjawab “ibuk itu gak datang dia lagi ke dinas” dalam hatiku “ yes buk itu gak datang” lalu ku tanya lagi “ ada tugas dari buk itu buk?” Buk itu menjawab “ gak ada tugas yang di tinggalkan buk itu,
uda kamu di dalam kelas aja jangan ada yang keluar-keluar kerjakan aja apa yang
mau kalian kerjaka “ “siap buk” kami pun segera masuk ke kelas dan memberitahu
akan hal itu, akhirnya kami pun sampai di depan kelas kami langsung masuk, nina
langsung duduk di bangkunya dan aku langsung memberi tahu ke yang lain “
perhatian semuanya” dengan nada yang lantang, semua siswa pun langsung
memperhatikan ku, langsung aku bicara “ ibuk gak datang dia pergi ke dinas ada
urusan disana jadi jagan keluar-keluar kerjakan apa yang mau kalian kerjakan,
itu aja pengumumannya” semua nya berteriak ” yesssssssssss”.
Aku pun langsung duduk di bangku ku sambil mengotak ngatik laptop
ku, tiba- tiba bang ari menyampiri ku dan melihat apa yang sedang ku kerjakan.
Bang ari langsung duduk di sampingku, melihat apa yang kami kerjakan, kebetulan
kami melihat iklan tugas bahasa indonesia kami tertawa melihat aksi yang lain
ketika akting memerankan perannya. Tiba tiba mila datang mendekati kami dan
ikut melihat apa yang sedang kami lihat, dengan seriusnya kami melihat tiba
tiba bang ari bicara kepada mila, “mila lihat tu kening mu berbulu macam
sipansek” sambil ketawak bang ari
mengejeknya, mila pun menjawab “ wih
memang gini ini ya ari, jahat an kau” tiba- tiba nina langsung bicara “ dari pada au bang kingkong” mengejek bang ari, tidak kala kreatifnya bang
ari langsung mengejek nina daengan sebuatan “ kau manusia purba kala” kami semua pun tertawa semua mendengar ucapan
bang ari, kami pun saling ejek-mengejek “burung ababil” “manusia purba” “kingkong” “sipansek”
Sejak saat itu lah ketika kami bertemu kami selalu saling mengejek
dengan sebutan kami masing masing.
Rifai, bersekolah di SMA Negeri 2 Rantau Selatan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar